Sabtu, 28 September 2019

Perkembangan masa awal anak-anak

Pendahuluan
Masa kanak-kanak dimulai setelah melewati masa bayi yang penuh ketergantungan, yakni kira-kira usia dua tahun sampai saat anak matang secara seksual, kira-kira tiga belas tahun untuk wanita dan empat belas tahun untuk pria. Selama periode ini (kira-kira usia 11 tahun bagi wanita dan 12 tahun bagi pria) terjadi sejumlah perubahan yang signifikan, baik secara fisik maupun psikologis. Sejumlah ahli membagi masa anak-anak menjadi dua, yaitu masa anak-anak awal dan masa anak-anak akhir. Masa anak-anak awal berlangsung dari umur 2 tahun sampai 6 tahun, dan masa anak-anak akhir dari usia 6 tahun sampai saat anak matang secara seksual.
Masa kanak-kanak awal bagi para pendidik disebut sebagai usia prasekolah. Anak-anak di usia ini dianggap cukup matang baik secara fisik dan mental untuk menghadapi tugas-tugas pada saat mereka menghadapi pendidikan formal. Anak-anak yang mengikuti taman kanak-kanak dinamakan anak-anak prasekolah dan bukan anak-anak sekolah.

Ciri-ciri Awal Masa Kanak-kanak
Pada umumnya orang berpendapat bahwa masa kanak-kanak merupakan masa yang terpanjang dalam rentang kehidupan. Dengan demikian, awal masa kanak-kanak dimulai sesebagai penutupan masa bayi. Ketergantungan secara praktis sudah dilewati diganti dengan tumbuhnya kemandirian dan berakhir disekitar usia masuk sekolah dasar. Masuk kelas satu merupakan peristiwa penting bagi kehidupan setiap anak sehingga dapat mengakibatkan perubahan dalam sikap, nilai dan perilaku.
Salah satu ciri tertentu masa bayi merupakan ciri khas yang membedakannya dengan periode-periode lain dalam rentang kehidupan, demikian pula halnya dengan ciri tertentu dari periode awal masa kanak-kanak. Ciri ini tercermin dalam sebutan yang biasanya diberikan oleh para orang tua, pendidik, dan ahli psikologi.[1]
a)  Sebutan yang digunakan orang tua
Sebagian besar orang tua menganggap awal masa kanak-kanak sebagai usia yang mengundang masalah atau usia sulit.  Alasan mengapa masalah perilaku sering terjadi di awal masa kanak-kanak ialah, karena anak-anak muda sedang dalam proses pengembangan kepribadian yang unik dan menuntut kebebasan yang pada umumnya kurang berhasil. Orangtua juga menyebut masa ini sebagai usia mainan karena anak menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bermain dengan mainannya.
b)  Sebutan yang digunakan para pendidik
Para pendidik menyebut tahun-tahun awal masa kanak-kanak sebagai usia prasekolah untuk membedakannya dari saat di mana anak dianggap cukup tua, baik secara fisik dan mental, untuk menghadapi tugas-tugas pada saat mereka mengikuti pendidikan formal. Anak yang mengikuti taman kanak-kanak juga dinamakan anak-anak prasekolah dan bukan anak-anak sekolah. Tekanan dan harapan yang dikenakan kepada anak-anak prasekolah sangat berbeda dengan apa yang dialaminya pada saat memulai pendidikan formal kelas satu.[2]
c)  Sebutan yang digunakan para ahli psikologi
Para ahli psikologi menggunakan sejumlah sebutan yang berbeda untuk menguraikan ciri-ciri yang menonjol dari perkembangan psikologis anak pada masa ini, yaitu:
1.  Usia kelompok
yaitu masa dimana anak-anak mempelajari dasar-dasar perilaku social sebagai persiapan bagi kehidupan sosial yang lebih tinggi yang diperlukan untuk masuk kelas satu.
2.    Usia menjelajah
Bahwa anak-anak ingin mengetahui keadaan lingkungannya, bagaimana mekanismenya, bagaimana perasaannya dan bagaimana ia dapat menjadi bagian dari lingkungan.
3.    Usia bertanya
Salah satu cara yang umum dalam menjelajah lingkungan adalah dengan bertanya.

4.    Usia meniru

Yang paling menonjol dalam periode ini adalah meniru pembicaraan dan tindakan orang lain.

5.    Usia kreatif
Meskipun kecenderungan untuk meniru sangat kuat tetapi anak-anak lebih menunjukkan kreatifitasnya dalam bermain.

Perkembangan pada awal masa kanak-kanak
Perkembangan yang terjadi pada masa ini yaitu:
1.    Perkembangan Fisik
Selama masa kanak-kanak awal, pertumbuhan fisik berlangsung lambat dibandingkan dengan tingkat pertumbuhan selama masa bayi. Pertumbuhan fisik yang lambat ini berlangsung sampai mulai munculnya tanda-tanda pubertas. perkembangan fisik dipengaruhi oleh faktor keturunan dan faktor lingkungan.
Selama masa anak-anak awal, tinggi rata-rata anak bertumbuh 2,5 inci dan berat bertambah antara 2,5 hingga 3,5 kg setiap tahunnya. Usia 3 tahun tinggi anak sekitar 38 inci dan beratnya sekitar 16,5 kg. Pada usia enam tahun tinggi anak rata-rata 46,8 inci. Pada periode ini, baik laki-laki maupun perempuan terlihat makin langsing, sementara batang tubuh mereka makin panjang.[3]
Perkembangan fisik yang sangat penting selama masa anak-anak awal adalah perkembangan otak dan sistem syaraf yang berkelanjutan. Meskipun otak terus bertumbuh pada masa awal anak-anak, namun pertumbuhannya tidak sepesat pada masa bayi. Pada saat bayi mencapai usia 2 tahun ukuran otaknya rata-rata 75% dari otak orang dewasa, dan pada usia 5 tahun ukuran otaknya telah mencapai sekitar 90% otak orang dewasa.
2.    Perkembangan Motorik
 Motorik adalah segala sesuatu yang ada hubungannya dengan gerakan-gerakan tubuh. Dalam perkembangan motorik, unsur-unsur yang menentukan ialah otot, saraf dan otak.[4]
*   Perkembangan Motorik Masa Anak-anak awal[5] adalah sebagai berikut:
Usia /Tahun
Motorik Kasar
Motorik Halus
2,5-3,5
Berjalan dengan baik, berlari lurus kedepan dan melompat
Meniru sebuah lingkaran, tulisan cakar ayam, dapat makan menggunakan sendok dan menyusun beberapa kotak
3,5-4,5
Berjalan dengan 80% langkah orang dewasa, berlari 1/3 kecepatan orang dewasa, melempar dan menangkap bola besar, tetapi lengan masih kaku
Mengancingkan baju, meniru bentuk sederhana, membuat gambar sederhana
4,5-5,5
Menyeimbangkan badan diatas satu kaki, berlari jauh tanpa jatuh, dapat berenang dalam air yang dangkal
Mengguting, menggambar sesuatu, meniru angka dan huruf sederhana, membuat susunan yang kompleks dengan kotak-kotak

3. Perkembangan Kognitif
Sesuai dengan teori kognitif Piaget, maka perkembangan kognitif pada masa awal anak-anak dinamakan  dengan tahap praoperasioanal, suatu tahap yang berlangsung dari usia 2 tahun sampai 7 tahun.[6] Piaget membagi perkembangan kognitif ke dalam dua bagian, yaitu:
a)    Umur 2-4 tahun, dirincikan oleh perkembangan pemikiran simbolis. Periode ini ditandai dengan berkembangnya representasional, atau symbolic function, yaitu kemampuan menggunakan sesuatu untuk mewakili sesuatu yang lain dengan menggunakan simbol-simbol (bahasa, gambar, tanda/isyarat, benda, gestur, atau peristiwa) untuk melambangkan suatu kegiatan, benda yang nyata atau peristiwa
b)   Umur 4-7 tahun, dirincikan oleh perkembangan intuitif. Perkembangan intuitif yaitu persepsi langsung akan dunia luar tanpa dinalar terlebih dahulu. Begitu seorang anak berhadapan dengan sesuatu hal, ia mendapatkan gagasan atau gamabaran dan langsung digunakan.

4.     Perkembangan Bahasa
Selama masa awal kanak-kanak, anak memiliki keinginan yang kuat untuk belajar berbicara. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal di bawah ini:
a. Belajar berbicara merupakan sarana pokok dalam sosialisasi
b. Belajar berbicara merupakan sarana untuk memperoleh kemandirian.

5. Perkembangan Emosi
Selama awal masa kanak-kanak emosi sangat kuat. Saat ini merupakan saat-saat ketidakseimbangan karena anak-anak “keluar dari fokus” dalam arti bahwa ia mudah terbawa ledakan-ledakan emosional sehingga sulit dibimbing dan diarahkan. Hal ini tampak mencolok pada anak-anak usia 2,5 sampai 3,5 dan 5,5 tahun sampai 6,5 tahun, meskipun pada umumnya hal ini berlaku pada hamper seluruh periode awal masa kanak-kanak.
*   Faktor-faktor yang mempengaruhi yaitu: intelegensi anak, jenis disiplin, posisi urutan, besarnya keluarga, status sosial ekonomi, status ras, berbahasa dua, penggolongan peran-seks.[8]
Emosi yang umum pada awal masa kanak-kanak adalah amarah, takut, cemburu, ingin tahu, iri hati, gembira, sedih, dan kasih sayang.

6. Perkembangan Bermain
Masa awal kanak-kanak sering disebut sebagai tahap mainan, karena dalam periode ini hampir dunia anak identik dengan bermain.
Burner mengatakan bahwa bermain dalam masa kanak-kanak adalah “kegiatan yang serius,” yang merupakan bagian penting dalam perkembangan tahun-tahun pertama masa kanak-kanak.[9]
*      Pola bermain awal masa kanak-kanak, sebagai berikut: [10]
1.)    Bermain dengan mainan
Pada permulaan masa ini, bermain dengan mainan-mainan merupakan bentuk yang dominan.
2.)    Dramatisasi
Permainan ini mirip dengan bermain peran, dengan cara meniru pengalaman-pengalaman hidup berdasarkan cerita-cerita yang dibacakan atau berdasarkan acara-acara film dan televisi yang mereka lihat.
3.)    Konstruksi
Anak-anak membuat bentuk-bentuk dengan balok-balok, pasir, lumpur, tanah liat, manik-manik, cat, pasta, gunting, krayon dan lain-lain. Sebagian besar konstruksi yang dibuat merupakan tiruan dari apa yang dilihatnya sehari-hari.
4.)    Permainan
Dalam tahun keempat anak mulai lebih menyukai permainan yang dimainkan bersama teman-teman sebaya daripada orang-orang dewasa. Permainan ini dapat terdiri dari beberapa pemain dan melibatkan beberapa peraturan yang menguji keterampilan.


5.)    Membaca
Anak-anak senang dibacakan dan melihat gambar-gambar dari buku. Yang sangat menarik adalah dongeng-dongeng, nyanyian anak-anak cerita-cerita tentang hewan dan kejadian sehari-hari.
6.)    Film, Radio, dan Trelevisi
Anak-anak senang film kartun, film tentang binatang dan film tentang anggota-anggota keluarga. Anak-anak juga senang mendengarkan radio, tetapi lebih senang melihat televisi.
7.)     Perkembangan Pengertian
Dengan meningkatnya kemampuan intelektual anak, maka pengertian anak tentang orang, benda dan situasi meningkat dengan pesat. Peningkatan pengertian ini timbul dalam arti-arti baru disosialisasikan dengan arti-arti yang dipelajari.
Anak-anak mulai memperhatikan hal-hal kecil yang tadinya tidak diperhatikan. Dengan demikian anak-anak tidak lagi mudah bingung kalau menghadapi benda-benda, situasi, atau orang-orang yang memiliki unsur-unsur yang sama. Konsepnya menjadi lebih khusus dan lebih berarti. [11]
8.)     Perkembangan Moral
Perkembangan moral pada awal masa kanak-kanak masih dalam tingkat yang rendah. Hal ini disebabkan karena perkembangan intelektual anak belum mencapai titik di mana ia dapat mempelajari dan menerapkan prinsip-prinsip abstrak tentang benar dan salah. Ia juga tidak mempunyai dorongan untuk mengikuti peraturan-peraturan karena tidak mengerti manfaatnya sebagai anggota kelompok sosial.
Awal masa kanak-kanak oleh piaget disebut “moralitas melalui paksaan”, dalam tahap perkembangan moral ini, anak-anak secara otomatis mengikuti peraturan-peraturan tanpa berpikir atau menilai, dan ia menganggap orang-orang dewasa yang berkuasa.
9.)     Perkembagan Kepribadian
Lingkungan keluarga merupakan dunia sosial bagi anak-anak, maka bagaimana perasaan mereka kepada anak-anak dan bagaimana memperlakukan mereka merupakan faktor terpenting dalam pembentukan konsep diri, yaitu inti pola kepribadian. Dalam perkembangan selanjutnya, sikap dan cara teman-teman sebaya memperlakukannya mulai membawa pengaruh dalam konsep diri.[12]
10.)     Perkembangan Kesadaran Beragama
Konsep mengenai Tuhan banyak dipengaruhi oleh fantasi dan emosi, sehingga dalam menanggapi agama anak masih menggunakan konsep fantasi yang diliputi oleh dongeng- dongeng yang kurang masuk akal. Cerita akan Nabi akan dikhayalkan seperti yang ada dalam dongeng- dongeng.
Pada usia ini, perhatian anak lebih tertuju pada para pemuka agama dari pada isi ajarannya, dan cerita akan lebih menarik jika berhubungan dengan masa anak-anak karena sesuai dengan jiwa kekanak-kanakannya. Dengan caranya sendiri anak mengungkapkan pandangan teologisnya, pernyataan dan ungkapannya tentang Tuhan lebih bernada individual, emosional, dan spontan tapi penuh arti teologis atau masuk dalam tingkat fairy tale stage.
11.)  Perkembangan Sosial
Perkembangan perilaku sosial anak ditandai dengan adanya minat terhadap aktivitas teman-teman dan meningkatnya keinginan yang kuat untuk diterima sebagai anggota suatu kelompok, dan tidak puas bila tidak bersama teman-temannya. Anak tidak lagi puas bermain sendiri dirumah atau dengan saudara-saudara kandung atau melakukan kegiatan-kegiatan dengan anggota-anggota keluarga. Anak ingin bersama teman-temannya dan akan merasa kesepian serta tidak puas bila tidak bersama teman-temannya.
Masa TK merupakan masa kanak-kanak awal. Pola perilaku sosial yang terlihat pada masa kanak-kanak awal, seperti yang diungkap oleh Hurlock (1998:252) yaitu: kerjasama, persaingan, kemurahan hati, hasrat akan penerimaan sosial, simpati, empat, ketergantungan, sikap ramah, sikap tidak mementingkan diri sendiri, meniru, perilaku kelekatan.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Sajak Jiwa

About