Sabtu, 28 September 2019

Kegunaan Sosiologi


2.Kegunaan Studi Sosiologi  Dalam Kehidupan sosial
Studi sosiologi bermanfaat dalam mengungkapkan memahami, dan memecahkan  berbagai gejala atau krisis dalam kehidupan sosial yang akhirnya bermanfaat sebagai suatu alternative memecahkan problema kehidupan social. gejala social yang normal adalah gejala social yang wajar seperti norma norma, kelompok kelompok social, lapisan lapisan social, lembaga lembaga social, proses sosial,  perubahan perubahan sosial dan kebudayaan serta perwujudannya. Gejala abnormal atau gejala gejala patologis, disebabkan karena unsur unsur tertentu dalam masyarakat tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya, sehingga menyebabkan kekecewaan bahkan  penderitaan bagi warga masyarakat.
Problema sosial ini berbeda dengan problema lainnya di dalam masyarakat, problema sosial ini erat hubungannya dengan nilai nilai sosial dan lembaga lembaga kemasyarakatan yang bersifat sosial. Untuk mengklasifikasi suatu persoalan sosial dipergunakan penilaian sebagai  pengukurnya. Apabila masyarakat menganggap sakit jiwa, bunuh diri, perceraian,  penyalahgunaan obat obatan bius, sebagai problema sosial, maka masyarakat tersebut tidak semata mata menunjuk pada tata kelakuan yang menyimpang, akan tetapi sekaligus  juga mencerminkan ukuran-ukuran umum mengenai segi moral.
§  John L.Gillin dan John Philip (1954:740) menyebutkan bahwa problema sosial adalah sesuatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur dalam kebudayaan atau masyarakat.
§  Samuel Koenig (1957) membedakannya sebagai demikian,  problema masyarakat adalah yang menyangkut analisis tentang macam-macam gejala kehidupan masyarakat. sedangkan problema sosial adalah masalah yang menyangkut penelitian tentang gejala-gejala ubnormal yang terjadi didalam masyarakat dengan maksud memperbaikinya.
§  John L.Gillin dan John Philip (1954: 739) mengatakan bahwa problema sosial bukan merupakan bagian dari sosiologi, karena sebenarnya problema-problema sosial merupakan hasil-hasil dari proses perkembangan masyarakat.
§   Soejono Soekanto (1984: 11) menyebutkan bahwa problema sosial merupakan bagian dari sosiologi, karena di Amerika serikat ada kecenderungan yang besar untuk memilih sosiologi sebagai sarana ilmiah untuk memperbaiki masyarakat, ini terjadi di era 1960  –  an.
Dasar pengklasifikasian problema-problema sosial yaitu :
·         Faktor ekonomis
·         Faktor Biologis
·         Faktor Bio-psikologis
·         Faktor kebudayaan
Arti luas pengklasifikasian problema-problema sosial dapat berupa, kepincangan-kepincangan dalam warisan fisik, warisan biologis, warisan sosial dan kebijaksanaan sosial.
Contoh gambaran beberapa problema sosial :
·         Peperangan
·         Perpecahan dalam keluarga
·         Masalah generasi muda
·         Kemiskinan
·         Tindakan kejahatan
Cara sosiologi memecahkan problema-problema sosial dilakukan dengan menggunakan metode-metode preventif dan represif. Pada metode preventif usaha yang dilakukan lebih jelas, oleh karena didasarkan pada penelitian yang mendalam terhadap sebab-sebab terjadinya problema-problema sosial. Sedangkan pada metode represif  usaha yang dilakukan terlebih dahulu setelah suatu gejala dapat dipastikan sebagai  problema sosial, setelah itu baru diambil langkah-langkah tindakan untuk mengatasinya.

2.1  Kegunaan Studi Sosiologi  Dalam Penelitian dan Ilmu Pengetahuan
Soedjono Dirdjosisworo(1982: 73) sosiologi akan bermanfaat sebagai daya dorong dan daya tarik terhadap kemajuan berbagai disiplin baik dari segi penelitian ilmiyah, maupun ilmu pengetahuan. Oleh karena itu dapat disebutkan bahwa sosiologi ini memiliki nilai guna untuk penelitian dan ilmu pengetahuan. Sebagai contoh perihal hasil penelitian komunikasi massa yang berhubungan erat dengan studi sosiologi yaitu:
·         Cenderung memperkuat sikap dan pendapat-pendapat yang telah ada.
·         Efektivitas massa tergantung pada kedudukan dan perana komunikator
·         Isi komunikasi massa ditafsirkan menurut nilai-nilai dan norma-norma
·         Komunikasi massa dapat dipergunakan sebagai sarana untuk sikap-sikap mengenai bidang-bidang kehidupan yang netral.
Metode-metode penelitian yang dimiliki sosiologi dapat diterapkan pada hampir semua aspek kehidupan manusia, terutama aspek yang berhubungan dengan interaksi antarindividu dalam kelompok masyarakat. Informasi sosiologi yang disajikan selalu diperoleh melalui metode-metode ilmiah yang sudah teruji dan tidak diragukan manfaatnya.
 Sosiologi secara kategoris ternyata tidak lebih rendah daripada ilmu-ilmu lainnya. Oleh karena itu, para ahli sosiologi banyak yang dilibatkan dalam bidang telah ilmiah, khususnya sebagai pencari data. Para ahli sosiologi banyak yang dilibatkan untuk duduk dalam berbagai jabatan, seperti bidang personalia, hubungan kerja atau hubungan perburuhan dan pencemaran lingkungan

2.2     Kegunaan Studi Sosiologi dalam Pembangunan
Pembangunan atau social development adalah suatu proses perubahan yang direncanakan secara matang untuk merubah struktur, sistem, dan organisasi sosial. Menurut Soerjono Dirdjosisworo (1982: 74) tidak disangsikan lagi bahwa setiap pembangunan membutuhkan sosiologi sebagai sarana penyusunan program yang lebih mantap. Proses pembangunan perlu dikaitkan dengan pandangan yang optimis untuk mencapai taraf hidup yang lebih baik. Untuk mencapai taraf hidup lebih baik, diperlukan cara struktural dan spiritual sebagai berikut:
·         Struktural  (perencanaan, pembentukan, dan evaluasi lembaga masyarakat).
yaitu perencanaan, pembentukan dan evaluasi lembaga kemasyarakatan, prosedur serta pembangunan fisik
·         Spiritual (pembentukan watak, cara berfikir, ilmu pengetahuan dan teknologi) yaitu pembentukan watak dan pendidikan, khususnya cara  berpikir terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi.
Prioritas utama dalam pembangunan adalah perbaikan ekonomi secara menyeluruh dan merata, baik pada lapisan elit maupun lapisan bawah. Secara sosiologis, hasil pembangunan hendaknya dapat dinikmati seluruh masyarakat, terutama masyarakat miskin. Pembangunan semacam ini, biasanya terwujud pada kegiatan untuk melengkapi kebutuhan materiil, seperti pakaian, pangan, kesehatan, pendidikan dan keamanan. Pelaksanaan pembangunan ditujukan pada  pemberantasan hal-hal yang berkaitan dengan kemiskinan yang umumnya melanda negara-negara yang sedang berkembang
Kegunaan sosiologi dalam pembangunan sudah jelas, yaitu memberi peran dalam mengidentifisi hal-hal yang berhubungan dengan kepentingan pembangunan itu sendiri seperti dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembangunan.

2.4 Kegunaan Sosiologi Dalam Perencanaan Sosial dan Pemecahan Masalah Sosial
Perencanaan sosial adalah suatu kegiatan untuk mempersiapkan masa depan secara ilmiah. Maksudnya untuk mengatasi kemungkinan timbulnya masalah. Perencanaan sosial lebih bersifat preventif karena kegiatannya memberi  pengarahan dan bimbingan sosial mengenai cara-cara hidup masyarakat yang  baik. Menurut Ogburn dan Nimkoff, suatu perencanaan sosial yang baik dan efektif adalah sebagai berikut:
1.      Adanya unsur modern dalam masyarakat yang mencakup suatu sistem ekonomi yang telah menggunakan uang, urbanisasi yang teratur, inteligensia di bidang teknik dan ilmu pengetahuan, dan sistem administrasi yang baik.
2.      Adanya sistem pengumpulan keterangan dan analisis yang baik. 3.
3.      Terdapatnya sikap publik yang baik terhadap usaha-usaha perencanaan sosial tersebut.
4.      Adanya pemimpin ekonomi dan politik yang progresif.
v  Kegunaan Sosiologi dalam Perencanaan Sosial antara lain:
1)      Sosiologi mengkaji perkembangan kebudayaan masyarakat dari taraf tradisional sampai pada taraf modern. Dengan demikian, dalam memasyarakatkan perencanaan sosial akan relatif mudah dilaksanakan.
2)      Sosiologi mengkaji hubungan manusia dengan alam sekitarnya, hubungan antargolongan dalam masyarakat, dan mempelajari proses perubahan dalam masyarakat. Oleh karena itu, cara kerja sosiologi mengenai rancangan terhadap masa depan relatif lebih dapat dipercaya.
3)      Sosiologi merupakan disiplin ilmu yang objektif sehingga pelaksanaan  perencanaan sosial diharapkan lebih sedikit penyimpangannya.
4)      Perencanaan sosial secara sosiologi merupakan alat untuk mengetahui  perkembangan kehidupan masyarakat. Dengan demikian, perencanaan tersebut bermanfaat dalam menghimpun kekuatan.
v  Kegunaan Sosiologi dalam Pemecahan Masalah Sosial
Masalah sosial adalah masalah yang ditimbulkan oleh masyarakat itu sendiri. Pernyataan itu dikatakan Roucek dan Warren. Dengan demikian, masalah sosial adalah masalah yang melibatkan sejumlah besar manusia. Masalah yang tergolong masalah sosial murni adalah masalah yang berhubungan dengan terjadinya benturan antarinstitusi, rendahnya pengawasan sosial atau kegagalan menggunakan kaidah-kaidah teknologi yang tepat.
Adanya gejala masalah sosial, erat hubungannya dengan kurang terjaminnya kehidupannya ekonomi, kurang baiknya kesehatan masyarakat, merosotnya kewibawaan pemimpin dan adanya berbagai konflik dalam masyarakat. Disebut sebagai masalah sosial karena gejala dan peristiwa tersebut tidak dipahami oleh masyarakat serta tidak dapat diselesaikan masyarakat karena sebagain besar masyarakat tidak dapat mencapai kepuasan, akhirnya masyarakat menjadi frustasi. Ada dua metode untuk menanggulangi masalah sosial, yaitu:
1)      Metode preventif, dilakukan dengan mengadakan penilaian yang mendalam terhadap gejala-gejala sosial.
2)       Metode represif adalah proses penanggulangan secara langsung terhadap masalah sosial yang sedang tumbuh dan dirasakan masyarakat.

 2.5. Peran Sosiologi dalam Kehidupan Sosial
1.      Peran sebagai seorang ilmuwan( Ahli Riset) Yaitu mencari dan mengorganisasi ilmu pengetahuan tentang kehidupan sosial. Seperti semua ilmuwan lainnya, para sosiolog perhatian pada  pengumpulan dan penggunaan data.
 Sosiolog bekerja sama dengan menggunakan  berbagai cara dalam mengembangkan ilmu sosiologi. Misalnya, sosiolog memimpin riset ilmiah mencari data tentang kehidupan sosial masyarakat. Kemudian, data yang diperoleh diolah menjadi suatu karya ilmiah yang berguna bagi pengambil keputusan. Dengan demikian, seorang sosiolog harus mampu menjernihkan berbagai anggapan keliru yang berkembang dalam masyarakat.
Dari hasil penelitiannya, sosiolog bisa menghadirkan kebenaran-kebenaran. Selain itu, dapat juga meminimalisasi dampak negatif yang mungkin ditimbulkan oleh kekeliruan dalam suatu masyarakat. Oleh sebab itu, seorang sosiolog bisa menghadirkan ramalan sosial berdasarkan pola-pola atau kecenderungan serta perubahan-perubahan yang paling mungkin terjadi.

2.      Peran sebagai konsultan kebijaksanaan sosial Yaitu memberikan konsul dalam bentuk kemampuan memperkirakan atau meramalkan tentang pengaruh kebijaksanaan sosial yang dirancang dan dijalankan oleh pemerintah terhadap masyarakatnya.
Berdasarkan ilmu, kajian-kajian, serta riset yang dilakukannya, sosiolog dapat memberikan masukan terhadap kebijakan untuk masyarakat yang akan diputuskan oleh para pengambil kebijakan.
Sosiolog membantu menganalisis serta memperkirakan pengaruh yang akan terjadi jika suatu kebijakan diambil dan diterapkan oleh pemerintah pada suatu masyarakat tertentu.Sosiolog juga dapat menganalisis pembangunan seperti apa yang cocok bagi suatu masyarakat. Hal ini bertujuan agar kebijakan yang diambil oleh pemerintah memenuhi suatu harapan serta menghasilkan pengaruh yang diinginkan

3.      Peran sebagai teknisi Yaitu peran sosiolog terlibat dalam progam pelaksanaan dan perencanaan  program kegiatan masyarakat, hubungan antar karyawan,dan hubungan antar kelompok dalam suatu organisasi.
Beberapa sosiolog terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan masyarakat. Mereka member saran-saran, baik dalam penyelesaian berbagai masalah hubungan masyarakat, masalah moral, maupun hubungan antar kelompok dalam suatu lembaga masyarakat. Dalam kedudukan seperti ini, sosiolog bekerja sebagai ilmuwan terapan (applied scientist). Mereka dituntut untuk menggunakan  pengetahuan ilmiahnya dalam mencari nilai-nilai tertentu, seperti efisiensi kerja atau efektivitas suatu program pembangunan, ataupun suatu kegiatan masyarakat
4.      Peran sebagai pendidik Yaitu melakukan kegiatan mengajar dan ini adalah karir utama bagi sosiolog, dalam usahanya terus belajar mengembangkan teori dan aplikasi teori dalam  proses belajar mengajar.
Guru atau pendidik mempunyai tugas mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didiknya. Namun, tugas guru tersebut tidak semudah membalikkan telapak tangan, khususnya tugas guru dalam mengajarkan ilmu-ilmu sosiologi. Stereotip yang muncul dari pengajaran sosiologi adalah terlalu bertele-tele, menjenuhkan, dan teorinya membingungkan. Stereotip negatif tersebut dapat membuat minat dan motivasi belajar peserta didik merosot.
Oleh sebab itu, sosiolog yang berperan sebagai seorang guru sosiologi hendaknya bertugas menjelaskan dan meluruskan stereotip tersebut, di samping  bisa terus mengembangkan dan menularkan ilmu pada siswanya dengan baik. Berkaitan dengan tugasnya sebagai guru atau pendidik, seorang sosiolog dalam menyajikan fakta harus bersikap netral dan objektif.
Contohnya, dalam menyajikan masalah kemiskinan, seorang sosiolog tidak boleh menciptakan anggapan sebagai pendukung suatu proyek tertentu atau mengubahnya sehingga terkesan reformis dan konservatif. Sosiolog dapat menyajikan contoh-contoh konkret tentang bagaimana keterlibatan mereka dalam  pemecahan masalah-masalah sosial serta menunjukkan apa yang telah mereka  pelajari dari pengalaman-pengalaman di lapangan.
2.6 Beberapa Manfaat Sosiologi
 1. Memahami keragaman budaya masyarakat
Salah satu unsur dalam masyarakat yang menjadi objek kajian sosiologi adalah budaya. Setiap masyarakat memiliki budayanya masing-masing. Budaya masyarakat ada yang tradisional dan ada yang modern. Sosiologi mempelajari budaya masyarakat yang sangat kompleks. Kompleksitas menyiratkan adanya keragaman yang rumit. Dengan mempelajari sosiologi, pembelajar tentunya juga mempelajari aneka ragam budaya masyarakat. Pengetahuan akan keragaman ini bisa digunakan untuk menumbuhkan sikap toleran terhadap budaya lain di masyarakat.
2.  Menumbuhkan jiwa sosial yang tinggi
Mempelajari sosiologi adalah mempelajari kehidupan sosial orang-orang yang berbeda dengan kita. Perbedaan tersebut bisa meliputi segala aspek. Diferensiasi sosial adalah kenyataan yang ada di masyarakat. Perbedaan perilaku dan tindakan sosial sering dapat kita pahami dengan cara merefleksikan diri kita ketika berada di posisi orang lain. Upaya refleksi ini bisa meningkatkan rasa empati yang tinggi. Tak jarang ketika belajar sosiologi, kita didorong untuk ”berjalan memakai sepatu orang lain”, artinya merasakan apa yang orang lain rasakan.
3. Meningkatkan kemampuan berpikir kritis
Sosiologi mengajarkan anak didiknya untuk tidak menerima kenyataan begitu saja tanpa refleksi dan peneyelidikan lebih lanjut. Realitas sosial yang ada di sekitar kita tidak terjadi begitu saja, melainkan hasil interaksi kehidupan sosial yang diciptakan manusia. Sebagai contoh, realitas sosial di masyarakat mengatakan bahwa acara TV alay digemari masyarakat Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan ratingnya yang tinggi. Pembelajar sosiologi tidak akan menerima argumen itu begitu saja. Sosiologi mengajarkan kita untuk melakukan refleksi dengan bertanya, misalnya, siapa saja pihak yang diuntungkan dengan argumentasi tersebut, apakah masyarakat kita menonton acara alay karena pilihan mereka atau karena tidak ada acara lain, apakah komisi penyiaran tidak punya wewenang menentukan jenis acara, apakah acara alay memiliki nilai positif, dan sebagainya.
4. Mendorong terciptanya integrasi sosial
Manfaat sosiologi sebagai pendorong terwujudnya integrasi sosial bisa dipahami dalam konteks kebangsaan yang multikultur dan multietnis. Terkait dengan apa yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa sosiologi mengajarkan keragaman budaya pada pembelajarnya, pembelajar sosiologi diajarkan pula untuk berintegrasi secara sosial ditengah keragaman budaya. Pengetahuan akan keragaman bisa menjadi fondasi spirit toleransi antar budaya dan etnis. Saling kepahaman antar masyarakat dengan latar belakang budaya yang berbeda merupakan modal besar untuk menciptakan integrasi atau kesatuan sosial. Integrasi sosial merupakan bentuk kehidupan sosial yang solid dan harmonis.
Manfaat sosiologi yang telah diulas di atas tentu hanya segelintir saja dari banyak manfaat lain yang bisa dirasakan. Pembelajar sosiologi atau pembelajar ilmu sosial pada umumnya akan menerima manfaat secara langsung bila menekuni apa yang dipelajarinya. Manfaat tersebut bisa dirasakan pada level personal dan bisa pula sampai pada level masyarakat ketika ilmu yang sudah dipelajari diamalkan. Pengamalan ilmu pengetahuan tentu tidak boleh hanya menguntungkan diri pribadi, melainkan harus bisa dirasakan oleh masyarakat.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Sajak Jiwa

About